top of page

Tantangan Kiyai Haji Ma’ruf Amin Bagi Pemilih Milenial

Penulis: Dedi Junaedi

Editor Ringgit Luminggar Jati

Kyai Haji Ma'ruf Amin (Sumber: Kompas.com)

Calon Wakil Presiden nomor urut Satu Kiyai Haji Ma’ruf Amin dinilai tidak memiliki magnet bagi pemilih Milenial. Hal ini disebabkan oleh Usianya yang sudah udzur yaitu 75 tahun, ditambah lagi ia kurang aktif dalam sosial media. Tak seperti Calon Presidennya yaitu Joko Widodo yang sekarang masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, dimana beliau bisa dibilang aktif di sosial media baik itu Twiter, Facebook, Maupun Instragram.


Dalam sebuah kajian generasi milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000 atau berusia 18 sampai 38 tahun jumlah mereka adalah 34,45 % atau sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia. Hal tersebut tentu sangatlah penting untuk menjadi bahan rebutan suara dalam pemilihan umum, khususnya Pemilihan Presiden yang sekarang. Sosok Kiyai Ma’ruf banyak yang mengatakan tidak menarik pemilih Milenial, kalah dengan Figur dari calon Wakil Presiden nomor urut 2 yaitu Sandiaga Uno selain Muda dia juga aktif di Sosial Media, karena Pemilih Milenial mayoritas aktif disana.


Milenial yang ada di kota memang lebih kritis dan meilih Sandi namun berbeda dengan Milenial yang ada di Desa-Desa dimana sifat mereka bertolak belakang dengan milenial Kota. KH M’ruf tak perlu khawatir dengan suara Milenial karena beliau mempunyai pesona bagi Milenial-Milenial Desa yang tidak menggunakan sosial Media dan kebanyakan adalah Santri yang memilih pemilihnya sesuai dengan pilihan Guru atau Kiyainya.


Jumlah Milenial di Desa cukup banyak sehingga potensi ini akan menguntungkan Kiyai Ma’ruf jika kondisi ini dimanfaatkan dengan maksimal. Namun tentu tidak semua Milenial Desa akan meimilih beliau, pengaruh dia hanya Kuat di wilayah Jawa dan sebagian Sumater, sementara di Daerah-daerah lain beliau kurang Populer, khususnya dengan kaum Milenial yang ada di Luar jawa.


Banyak yang membuat spekulasi bahwa KH. Ma’ruf Amin hanya sebagai pelengkap sebagai pendamping Joko widodo sehingga kadang kehadiarnnya kurang mendapat tempat khususnya kaum milenial mereka tertarik memilih pasangan hanya karena calon Presidennya saja. Untuk itu nampaknya KH. Ma’ruf amin harus lebih ekstra dalam perjuangannya supaya bisa menjadi orang nomor dua di Negaran ini.


KH Ma’ruf merupakan jawaban tantangan dari kubu oposisi yang selalu menyerang Pemerintah dengan Isu Agama akhir-akhir ini dengan Puncaknya ketika ada aksi 212 pada akhir tanggal 02 desember 2016. Dirapkan dengan beliau maju pada kontestasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dapat meredam isu agama yang selalu menjadi bahan perbincangan selain itu menciptakan persatuan bagi umat islam.

Comentarios


© 2020 oleh Genius.id

Member of Idea Publika Group

bottom of page