Fenomena Baru Saat New Normal COVID-19
- Genius Media
- May 25, 2020
- 2 min read
Oleh: Lalla

Pandemi virus Covid-19 mengubah manusia dalam menjalani rutinitas. Seluruh lapisan masyarakat pun terdapak serta melakukan aktivitas yang tak lagi sama. Mulai dari sekolah diliburkan, para pekerja kantoran bekerja dari rumah, hingga tutupnya pusat perbelanjaan, hotel, dan tempat hiburan.
Hal ini menyebabkan perekonomian menurun drastis bahkan sejumlah bisnis gulung tikar. Tidak ada pakar dan ilmuwan yang berani meramalkan kemungkinan yang terjadi terkait pandemic virus Covid-19.
Dilansir dari Okenews, ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmita menjelaskan bahwa new normal merupakan kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa ditambah dengan protokoler kesehatan.
“Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai ditemukannya vaksin untuk Covid-19”, terangnya.
Kemudian berdasarkan percakapan antara Najwa Shibab dan Nadiem Makarim di channel Youtube Najwa Shihab dengan judul “Belajar dari Pandemi: Normal Baru dan Teori Konspirasi”, kita bisa memetakan bahwa terdapat normal baru yang sedang dijalankan masyarakat Indonesia dan akan berdampak pada kehidupan setelah pandemic berakhir.
Beberapa normal baru tersebut diantaranya:
1. Dari segi mikro, nilai atau harga terhadap keluarga akan terasa oleh masyarakat. Masyarakat mulai menyadari pentingnya peran keluarga dalam kehidupan setiap individu,
2. Kemampuan untuk bisa aktif di mana saja atau dari jarak jauh, menjadi kemampuan baru yang harus dimiliki oleh setiap individu agar tetap produktif menjalani aktivitas sehari-hari.
3. Masyarakat menjadi sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan. Banyak dari kita terutama anak muda yang masih meremehkan pentingnya kesehatan. Di masa pandemi ini, kita belajar memahami bahwa kesehatan adalah hal yang sangat penting.
4. Ketergantungan akan teknologi meningkat secara drastis. Seluruh sektor menggunakan teknologi dengan optimal agar tetap mampu melanjutkan kehidupan. Seperti sektor pendidikan dimana anak-anak diharuskan untuk belajar dari rumah sehingga membutuhkan teknologi yang memadai.
Kemudian untuk sektor ekonomi dalam hal ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik primer maupun sekunder, keinginan masyarakat atau konsumen untuk berbelanja online meningkat pesat.
Commentaires